Senja di Kuta Selatan
Bali, rasanya sudah
tidak asing lagi ditelinga. Pulau bagian tengah Indonesia yang memiliki sejuta
pesona yang wajib di singgahi bagi para penjelajah. Saya mewajibkan diri untuk
berlibur ke Pulau Dewata yang lebih di kenal para turis daripada Indonesia.
Tepatnya Agustus kemarin saya tiba dengan daftar perjalanan yang telah saya
buat untuk menikmatinya dalam 5 hari. Hari pertama, saya dan ketiga teman saya
tiba pukul 11.00 WITA dan menuju hotel. Kami menginap di salah satu hotel di daerah
Legian dengan akses yang mudah kami
dekat dengan pantai kuta dan monumen Bom Bali
Hari kedua, Pak Wayan
yang akan mengantar kami selama di Bali telah menelpon, saya di buat jatuh
cinta dengan keindahan dari Kuta Selatan. Pagi hari kami bergegas untuk mengunjungi
Garuda Wisnu Kencana, tebing kapur
yang di ukir indah diringi gamelan musik bali saat memasuki teater untuk
melihat tarian Bali. Dan selesai pertunjukan pengunjung di persilahkan untuk
berfoto dengan para penari. Setelah puas dengan keindahan tebing kapur di GWK
kami lanjut menuju Pantai Pandawa.
Pantai yang tidak memiliki ombak besar, dan ramai sekali pengunjung di sini cocok
untuk bermain air di pantai. Pura Luhur
Uluwatu adalah puncak dari tujuan kami hari ini untuk melihat tari kecak di
Pura Uluwatu dengan pemadangan matahari terbenam di ujung tebing (sebelum ke Uluwatu kami juga singgah di Pantai Dreamland). Sejuta keindahan
di depan mata, masuk ke tempat pertunjukan yang ramai oleh para turis
mancanegara yang sudah menunggu para penari masuk. Sembari menunggu penari kami
dimanjakan dengan pemandangan matahari terbenam di ujung tebing pura dengan
wewangian dupa yang sedang di nyalakan oleh pemimpin tarian. Totally Worth! saya tidak dapat
mendeskripsikan keindahan 'gila' yang
saya lihat.
Hari ketiga, pagi hari
kami bergegas untuk ke Tanjung Benoa
untuk bermain olahraga air. Ini kali pertama saya bermain olahraga air, jujur
saja saya takut. Setelah puas bermain air kami melanjutkan perjalanan kami ke Pura Tanah Lot, sebenarnya kami ingin
ke Pura Ulun Danu, Bedugul tetapi
waktu kami tidak cukup. Kamipun mampir untuk memberi buah tangan dan
cinderamata di pusat oleh-oleh Krisna
yang cukup ramai oleh pengunjung.
Hari keempat, kami
mejelajahi Legian dan Kuta, berjemur di pantai dari pagi
hingga siang. Niat kami untuk bersepeda motor mengelilingi Kuta menggunakan
motor tidak terealisasikan, maka kami berjalan kaki untuk menikmati hari-hari
terakhir kami. Setibanya di Joger pabrik kata-kata, menjawab segala rasa
penasaran kami akan Pabrik kata-kata tersebut, yang menjual aneka cinderamata
khas yang hanya dapat ditemukan di Bali. Malam hari saya mengelilingi Seminyak,
mencoba Gusto Gelato yang sangat populer di Bali, dan menikmati malam
di Char-Char
Bar yang sangat indah.
Hari kelima, ini adalah
hari terakhir kami, sedih memang hati berkata tidak namun raga haruslah kembali
pulang. Banyak kesan indah yang kami dapat selama 5 hari di Bali, bertemu Pak
Wayan yang sangat ramah pada kami semua, sepertinya tidak ada sedikitpun rasa
menyesal dihati saya. Bali, saya akan kembali! Sampai bertemu dengan pengalaman
'gila' lagi!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar