Sabtu, 03 September 2016

Pulau Dewata



Senja di Kuta Selatan

Bali, rasanya sudah tidak asing lagi ditelinga. Pulau bagian tengah Indonesia yang memiliki sejuta pesona yang wajib di singgahi bagi para penjelajah. Saya mewajibkan diri untuk berlibur ke Pulau Dewata yang lebih di kenal para turis daripada Indonesia. Tepatnya Agustus kemarin saya tiba dengan daftar perjalanan yang telah saya buat untuk menikmatinya dalam 5 hari. Hari pertama, saya dan ketiga teman saya tiba pukul 11.00 WITA dan menuju hotel. Kami menginap di salah satu hotel di daerah Legian dengan akses yang mudah kami dekat dengan pantai kuta dan monumen Bom Bali
Hari kedua, Pak Wayan yang akan mengantar kami selama di Bali telah menelpon, saya di buat jatuh cinta dengan keindahan dari Kuta Selatan. Pagi hari kami bergegas untuk mengunjungi Garuda Wisnu Kencana, tebing kapur yang di ukir indah diringi gamelan musik bali saat memasuki teater untuk melihat tarian Bali. Dan selesai pertunjukan pengunjung di persilahkan untuk berfoto dengan para penari. Setelah puas dengan keindahan tebing kapur di GWK kami lanjut menuju Pantai Pandawa. Pantai yang tidak memiliki ombak besar, dan ramai sekali pengunjung di sini cocok untuk bermain air di pantai. Pura Luhur Uluwatu adalah puncak dari tujuan kami hari ini untuk melihat tari kecak di Pura Uluwatu dengan pemadangan matahari terbenam di ujung tebing (sebelum ke Uluwatu kami juga singgah di Pantai Dreamland). Sejuta keindahan di depan mata, masuk ke tempat pertunjukan yang ramai oleh para turis mancanegara yang sudah menunggu para penari masuk. Sembari menunggu penari kami dimanjakan dengan pemandangan matahari terbenam di ujung tebing pura dengan wewangian dupa yang sedang di nyalakan oleh pemimpin tarian. Totally Worth! saya tidak dapat mendeskripsikan keindahan 'gila' yang saya lihat.
Hari ketiga, pagi hari kami bergegas untuk ke Tanjung Benoa untuk bermain olahraga air. Ini kali pertama saya bermain olahraga air, jujur saja saya takut. Setelah puas bermain air kami melanjutkan perjalanan kami ke Pura Tanah Lot, sebenarnya kami ingin ke Pura Ulun Danu, Bedugul tetapi waktu kami tidak cukup. Kamipun mampir untuk memberi buah tangan dan cinderamata di pusat oleh-oleh Krisna yang cukup ramai oleh pengunjung.
Hari keempat, kami mejelajahi Legian dan Kuta, berjemur di pantai dari pagi hingga siang. Niat kami untuk bersepeda motor mengelilingi Kuta menggunakan motor tidak terealisasikan, maka kami berjalan kaki untuk menikmati hari-hari terakhir kami. Setibanya di Joger pabrik kata-kata, menjawab segala rasa penasaran kami akan Pabrik kata-kata tersebut, yang menjual aneka cinderamata khas yang hanya dapat ditemukan di Bali. Malam hari saya mengelilingi Seminyak, mencoba Gusto Gelato yang sangat populer di Bali, dan menikmati malam di Char-Char Bar yang sangat indah.
Hari kelima, ini adalah hari terakhir kami, sedih memang hati berkata tidak namun raga haruslah kembali pulang. Banyak kesan indah yang kami dapat selama 5 hari di Bali, bertemu Pak Wayan yang sangat ramah pada kami semua, sepertinya tidak ada sedikitpun rasa menyesal dihati saya. Bali, saya akan kembali! Sampai bertemu dengan pengalaman 'gila' lagi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar