Silvanus
Alvin, lelaki 27 tahun yang akrab di panggil Alvin dikenal sebagai anak yang
nakal saat bangku SMA. Hobi berolahraga dan memiliki impian menjadi wartawan
olahraga memfokuskan diri pada kejurusan jurnalistik. Perjalanan jati dirinya di
mulai dari lulusnya di Universitas Multimedia Nusantara, Serpong. Kampus
besutan perusahaan Kompas ini merekrut Alvin menjadi anak magang di Kompas.com dan
menjadi titik awal pertemuannya dengan dunia jurnalistik. Dari Kompas Alvin
berpindah ke Detik.com selama 3-4 bulan, lalu meneruskan karirnya di
Liputan.com selama 4 tahun.
"Setiap
media memiliki gaya penulisan yang berbeda" ujar Alvin. Kompas dalam
menerbitkan berita tidak berdasarkan seberapa cepat berita itu di sebarkan,
namun dari angle penyampaian yang
berbeda. Hal ini berbanding terbalik dengan Detik.com yang menargetkan jurnlis
memposting beritanya dalam hitungan detik. Jika Liputan.com melihat trend hal
yang terjadi sehingga dapat menjadi berita yang penting bagi masyarakat.
| Alvin menjelaskan perjalanan hidup. |
Profesi
wartawan membuatnya menjajaki berbagai negara, Korea Selatan yang saat itu ia
bertemu Presiden Korea Selatan. Dan saat ke Rusia bersama Joko Widodo ia
meliput pertemuan Joko Widodo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Suka duka
mejadi jurnalis telah ia lewati dari liputan ke Kampung Pulo, di tegur oleh
mantan Gubernur DKI Jakarta Bang Yos, dan kejadian-kejadian unik saat meliput
di luar negri.
Alvin
yang saat itu sedang mewawancarai wakil Presiden Jusuf Kalla, saat wawancara
tersebut pak JK menyinggung tentang LPDP atau Lembaga Pengelola Dana
Pendidikan. Kala itu Alvin tertarik dengan hal yang disampaikan oleh Pak JK,
seketika itu Alvin langsung mencari tentang apa dan bagaimana itu LPDP. Hobinya
tentang sepakbola menargetkan Leicester sebagai lanjutan pendidikannnya dengan
LPDP, terang saja Alvin lolos dalam seksi penyaringan. Alvin terbang ke Leicester dan
meneruskan studi di University
Of Leicester.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar